Sabtu, 05 Oktober 2019

PERANAN INDONESIA DALAM GERAKAN NON BLOK

4 Peran Indonesia dalam GNB (Gerakan Non Blok)

GNB (Gerakan Non-Blok) menjadi wadah bagi negara-negara yang tidak ingin terlibat dalam konfrontasi Perang Dingin. Indonesia menjadi salah satu negara yang ingin menunjukkan kenetralannya saat itu. Politik luar negeri bebas dan aktif yang dianut oleh Indonesia secara tidak langsung mengisyaratkan adanya peran Indonesia dalam GNB Pembentukan GNB (Gerakan Non-Blok)
sejarah pembentukan GNB(gerakan non blok)
Gerakan Non Blok lahir pada tanggal 1 September 1962. GNB muncul setelah dilaksanaknnya Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Indonesia. Hal ini diawali saat Perdana Menteri Negara India, Jawaharlal Nehru, memperkenalkan istilah Non Blok. Saat itu ia sedang berpidato yang bertempatkan di Kota Colombo, Sri Lanka pada tahun 1954. Jawaharlal Nehru pada pidatonya mengemukakan 5 poin yang menjadi landasan dasar hubungan kerja sama Sino-India. Kelima poin tersebut kemudian diberi julukan Panchsheel atau bisa diartikan sebagai 5 pengendali.
Panchscheel kemudian menjadi dasar yang diterapkan sebagai landasan dasar Gerakan Non-Blok. Inti dari kelima poin pengendali tersebut adalah (1) Menghormatai kedaulatan & integritas territorial; (2) Perjanjian Non-agresi; (3) Menghormati serta tidak mencampuri urusan negara lain untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam negerinya sendiri; (4) Kesetaraan dan kesejahteraan bersama; dan (5) Berpartisipasi aktif dalam menjaga perdamaian. 
GNB bukanlah sebuah organisasi yang berwujud lembaga, sepertihalnya PBB atau ASEAN. Satu-satunya pengurus dalam GNB adalah seorang ketua yang dijabat oleh kepala negara/ pemerintah yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi GNB (KTT GNB). KTT GNB dilaksanakan setiap 3 tahu sekali. Negara manapun dapat diterima menjadi anggota GNB dengan syarat sebagai berikut
§  Negara tersebut menganut politik bebas dan berdasarkan hidup berdampingan secara damai.
§  Negara tersebut mendukung berbagai gerakan kemerdekaan nasional.
§  Bukan merupakan anggota salah satu pakta militer yang dibentuk oleh kedua Blok dalam Perang Dingin.
Peran Indonesia dalam GNB (Gerakan Non-Blok)
Peran Indonesia dalam GNB (Gerakan Non-Blok) yakni sebagai berikut:
1.      Salah satu pemrakarsa GNB (Gerakan Non-Blok)
Indonesia menjadi salah satu negara yang memprakarsai pendirian Gerakan Non-Blok. Hal tersebut diwakili oleh Presiden Soekarno selaku pemimpin negara pada saat itu. Selain Indonesia, terdapat empat negara lainnya yang mempelopori pendirian GNB. Keempat negara tersbeut adalah Mesir (Gamal Abdul Nasser), Yugoslavia (Josip Broz Tito), India (Pandit Jawaharlal Nehru), dan Ghana (Kwame Nkrumah). Para pemimpin negara tersebut melaksanakan pertemuan di Kota Belgrade, Yugoslavia pada tahun 1961. Pertemuan ini meresmikan didirikannya Gerakan Non Blok. Pemimpin pertama GNB ini diberikan kepada Presiden Yugoslavia, yakni Josip Broz Tito.
2.  Pemimpin Gerakan Non-Blok pada tahun 1991
Indonesia pernah menjadi pemimpin gerakan ini pada tahun 1991. Presiden Soekarno selaku Presiden RI saat itu terpilih menjadi ketua GNB. 
3.  Penyelenggara KTT X Gerakan Non-Blok
Pada saat Indonesia menjabat pemimpin GNB, Indonesia berhasil menyelenggarakan KTT X GNB. KTT tersebut bertempat di Jakarta, Indonesia dan dihadiri oleh 106 negara. KTT X GNB dilaksanakan pada tanggal 1 – 6 September 1992 dengan Ketua Presiden Soeharto. Terdapat beberapa isu yang muncul dalam KTT X GNB di Jakarta, yakni sebagai berikut:
§  GNB mendukung perjuangan Palestina yang perumusannya terdapat dalam Pesan Jakarta atau Jakarta Message.
§  GNB menyesalkan tindakan Amerika Serikat yang membantu Israel dalam melakukan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah milik Palestina.
§  Kegagalan dalam memasukkan masalah sanksi PBB kepada Irak & Libia menunjukkan masih lemahnya GNB dalam mengatasi perbedaan pendapat di kalangan anggota.
Para pemimpin dari negara-negara anggota Gerakan Non Blok (GNB) mengakhiri KTT ini dengan melahirkan sebuah “Jakarta Message” (Pesan Jakarta).  Pokok-pokok penting dari Pesan Jakarta adalah:
§  GNB berhasil membantu memperbaiki iklim politik internasional pada akhir Perang Dingin, yakni dengan mempertahankan “validitas dan relevansi” Non-Blok. Dialog dan kerja sama akan memproyeksikan gerakan sebagAi sebuah semangat, komponen yang saling bergantung yang konstruktif dan sungguh-sungguh dari arus hubungan internasional.
§  Dunia masih menghadapi berbagai rintangan yang berbahaya untuk menyeleraskan hal-hal seperti konflik kekerasan, agresi, pencaplokan negara lain, perselisihan antar etnik, rasisme dalam bentuk baru, ketidaktoleransian agama, dan nasionalisme yang diartikan dengan sempit.
§  GNB akan membentuk kelompok untuk memainkan peran penting dalam membangkitkan kembali reinstrukturisasi, dan demokratisasi PBB. Para anggota mendesak agar anggota tetap Dewan Keamanan PBB membuang hak veto. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa keanggotaan DK PBB harus didefinisikan kembali supaya mencerminkan perubahan setelah berakhirnya Perang Dingin.
§  Menyatakan perang terhadap keadaan di bawah perkembangan, kebodohan, dan kemiskinan. Mereka harus menghancurkan beban utang (luar negeri), proteksionisme, rendahnya harga-harga komoditas, dan mengecilkan gangguan arus uang negara-negara miskin.
§  Hal tersebut melahirkan kekhawatiran tentang kegagalan dalam menyelesaikan perundingan perdagangan multilateral dan menyerukan negara-negara maju untuk menguatkan penyelesaian yang memuaskan Putaran Uruguay.
§  Dalam rangka meningkatkan kerja sama Selatan-Selatan, GNB mendesak kerja sama yang konkrit dan praktis dalam produksi makanan, penduduk, perdagangan, dan investasi demi memahami rasa percaya diri bersama-sama.
§  Koordinasi dari upaya dan strategi dengan kelompok 77 (forum ekonomi negara-negara berkembang) berkaitan dengan kepentingan yang mendesak melalui komite koordinasi gabungan yang mantap.
§  Selain itu, GNB juga menyerukan “Persekutuan-persekutuan Global yang baru dalam menyeimbangkan sumber keuangan bagi negara-negara miskin dan alih teknologi lingkungan lebih besar.”
§  Pernyataan dukungan yang pantang mundur kepada rakyaT Palestina untuk berusaha menentukan nasib sendiri dan mengakhiri diskriminasi rasial di Afrika Selatan.
§  Melarang setiap negara dalam menggunakan kekuatannya untuk memaksakan konsep-konsep demokrasi dan hak-hak asasi manusia yang dianutnya kepada negara lain atau menerapkannya sebagai syarat (pemberian bantuan).
§  Berjanji untuk memegang teguh komitmen dalam rangka mengupayakan sebuah dunia yang bebas nuklir. Pernyataan keprihatinan yang dalam perihal pemakaian dana secara besar-besaran untuk persenjataan, padahal dana tersebut dapat disalurkan untuk pembangunan.
  1. Memecahkan masalah-masalah dunia berdasar pada asas keadilan
Indonesia menjadi negara yang juga ikut memecahkan masalah-masalah dunia berdasarkan perdamaian dunia. Selain itu, Indonesia juga memperjuangkan Hak Asasi Manusia, dan tata ekonomi dunia yang berdasarkan pada asas keadilan. Salah satunya adalah peran penting Indonesia dalam meredakan ketegangan di kawasan bekas Yugoslavia pada tahun 1991. Inilah penjelasan mengenai empat peran Indonesia dalam GNB (Gerakan Non-Blok). Semoga bermanfaat.
Gerakan Non Blok (GNB) dalam bahasa Inggris disebut Non Aligned Movement (NAM) merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh negara-negara yang cinta damai serta negara-negara yang ingin berperan aktif dalam rangka menciptakan perdamaian serta keamanan dunia, yaitu dengan tidak beraliansi dengan blok-blok manapun. Organisasi ini beranggotakan lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia di dalamnya.
GNB didirikan berdasarkan prinsip-prinsip dasar sebagai hasil kesepakatan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika yang dikenal dengan sebutan dasasila Bandung. Terdapat keterkaitan yang erat antara GNB dan dasasila Bandung tersebut. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari :
1. Asas Gerakan Non Blok
·         Berusaha untuk mendukung perjuangan kemerdekaan di berbagai tempat di dunia ini.
·         Memegang teguh perjuangan dalam melawan kolonialisme, neokolonialisme, serta imperialisme.
2. Tujuan Gerakan Non Blok
·         Mengembangkan solidaritas diantara sesama negara berkembang dalam mencapai persamaan, kemakmuran, serta kemerdekaan.
·         Turut serta dalam meredakan ketegangan dunia akibat pertikaian yang terjadi antara blok Barat dan blok Timur.
·         Berusaha untuk membendung segala pengaruh buruk, baik itu yang berasal dari Blok Barat maupun Blok Timur.
Setelah kita mengetahui penjelasan mengenai gerakan non blok. Kita akan menjelaskan mengenai peran indonesia dalam gerakan non blok. Berikut adalah penjelasannya :
Masa Awal berdirinya Gerakan Non Blok
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Indonesia merupakan negara penganut sistem politik luar negri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam menjalankan politik tersebut, Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga perdamaian serta keamanan dunia internasional, yaitu dengan mambantu penyelesaian berbagai persoalan serta persengketaan di berbagai kawasan dunia, serta penyelesaian diplomatik lainnya.
Peranan gerakan non blok di dunia 
·         presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Organisasi tersebut bersama dengan 4 kepala negara sahabat lainnya, yaitu Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana menterii India Pandit Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, dan Perdana Menteri Ghana Kwame Nkrumah.
·         GNB lahir sebagai suatu solusi atas beberapa kekisruhan yang terjadi di dunia internasional di sera tahun 1950-an, dimana pada waktu itu telah terjadi perang dingin antara Amerika Serikat dan uni Sovyet yang membawa dampak besar bagi beberapa negara, seperti Jerman, Vietnam, serta semenanjung Korea.
·         Salah satu alasan terjadinya perang dingin diantara 2 negara adikuasa tersebut adalah untuk memperebutkan negara-negara yang berada di kawasan Asia Timur serta Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, thailand, serta negara-negara yang banyak menghasilkan energi dunia seperti Qatar, Uni Emirat Arab, serta Kuwait.
Awal kelahiran Gerakan Non Blok adalah ketika terjadi Konferensi Asia afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955 dimana kurang lebih 29  kepala negara di kawasan Asia dan Afrika berkumpul guna melakukan identifikasi serta pendalaman berbagai masalah yang menimpa dunia kala itu, serta mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi kedua blok yang sedang bertikai tersebut.
Masa Perkembangan Gerakan Non Blok
Indonesia beranggapan bahwa hubungan luar negri merupakan suatu kegiatan yang dilakukan antar bangsa baik itu regional maupun secara global melalui bernagai macam forum bilateral maupun multilateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional dengan politik Luar negri bebas aktif sebagai landasannya. Kondisi tersebut diarahkan dengan ikut berperan aktif dalam mewujudkan tatanan dunia baru yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial untuk meningkatkan hubungan kerja sama internasional, salah satunya adalah dengan memantapkan serta meningkatkan peranannya dalam Gerakan Non Blok. Adapun langkah yang ditempuh Indonesia dalam meningkatkan peranan di GNB adalah :
1. Meningkatkan kerjasama antar negara-negara anggota Gerakan Non Blok
Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia pada masa perkembangan Gerakan Non Blok adalah dengan cara meningkatkan keeratan kerja sama yang telah dibangun antar sesama negara anggota GNB, terutama dalam perkembangan kerjasama di bidang teknik dan ekonomi. Hal tersebut merupakan perwujudan kerjasama Selatan-Selatan yang melibatkan negara-negara maju maupun lembaga-lembaga keuangan internasional.
2. Berperan dalam penyelesaian masalah-masalah ekonomi internasional
Indonesia juga berperan dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah dalam hubungan ekonomi internasional yang berperan dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Peran Indonesia tersebut salah satunya diwujudkan dengan meningkatkan dialog Utara – Selatan berdasar pada  kepentingan dan tanggung jawab bersama, semangat kemitraan, saling ketergantungan, serta saling memberi manfaat.
3. Menjadi Pemimpin Gerakan Non Blok
Sejak tahun 1992 hingga tahun 1995, Indonesia mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi GNB tersebut, yaitu dengan terpilihnya Soeharto yang saat itu merupakan presiden Republik Indonesia ke-2  menjadi Sekretaris Jendral (SekJen) Gerakan Non Blok. Indonesia menjadi negara yang selalu setia serta komitmen terhadap prinsip serta aspirasi Gerakan Non Blok. Berbagai prestasi telah diraih Indonesia selama memimpin organisasi dunia tersebut, diantaranya adalah :
·         Pada masa kepemimpinannya di GNB adalah Indonesia telah mampu membawa organisasi tersebut dalam menentukan arah serta menyesuaikan diri terhadap adanya perubahan-perubahan yang terjadi secara dinamis, yaitu dengan cara melakukan penataan kembali prioritas-prioritas lama organisasi dan menentukan adanya prioritas-prioritas baru serta menetapkan pendekatan dan orientasi yang baru pula.
·         Indonesia telah dianggap telah memberikan warna yang baru bagi organisasi tersebut, diantaranya adalah dengan menitikberatkan kerjasama pada pembangunan ekonomi yaitu dengan menghidupkan kembali dialog antara negara-negara selatan.
·         Indonesia telah dipercaya untuk membantu menyelesaikan pertikaian atau konflik regional di beberapa negara seperti kamboja, sengketa yang terjadi di laut cina selatan, serta gerakan separatis Moro di Philipina.
·         Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB yang ke-110 di Jakarta dan Bogor pada 1 hingga 7 September 1992. Dalam KTT tersebut telah berhasil merumuskan suatu kesepakatan bersama yang dikenal dengan “Pesan jakarta.” Yang di dalamnya terkandung visi dari Gerakan Non Blok, yaitu
Visi dari gerakan Non Blok : 
·         Hilangnya keraguan sementara anggota khususnya relevansi GNB setelah berakhirnya perang dingin dan ketetapan hati untuk meningkatkan kerja sama yang konstruktif serta sebagai komponen integral dalam arus utama (mainstream) hubungan internasional.
·         Arah Gerakan Non Blok yang lebih menekankan pada kerjasama ekonomi internasional dalam mengisi kemerdekaan yang telah berhasil dicapai melalui cara-cara politik yang menjadi ciri yang menonjol dari Gerakan Non Blok sebelumnya.
·         Adanya kesadaran untuk semakin meningkatkan potensi ekonomi negara-negara anggota melalui peningkatan kerjasama Selatan-selatan.

pertanyaan dari artikel tersebut:
1. apakah gerakan non blok berpengaruh dalam perdamaian dunia?
2. bagaimana jika indonesia tidak tergabung dalam gerakan non blok?
3. jelaskan bagaimana awalnya indonesia bisa tergabung dalam gerakan non blok !
4. apakah gerakan non blok merupakan satu satunya bentuk kerja sama internasional?
5. sebutkan manfaat dari mengikuti gerakann non blok!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIODATA KELOMPOK KAMI

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI(kelompok 3 xii mia 4 sman 1 pacet) Berikut ini Adalah biodata kelompok kami: Nama: Septya Maha...