PENGARUH
TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP IDEOLOGI PANCASILA

Di zaman sekarang ini,
nilai – nilai pancasila dapat dikatakan menurun,karena kebanyakan masyarakat
terutama para remaja yang banyak menggunakan budaya kebarat baratan dari
pada nilai-nilai pancasila. Misal dari cara berpakaian, banyak remaja- remaja
kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka
menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang
seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas
tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat
beraneka warna. Sehingga banyak remaja yang berkarakter seperti orang
barat, misalnya yang sering terjadi sekarang ini, melalaikan kewajiban untuk
beribadah setiap waktunya, kurang menghargai orang tua, keluarga dan orang
lain, juga membiasakan diri dengan hal – hal yang terlarang semacam narkoba,
zat adiktif, seks bebas,. Sebenarnya semua itu tidak ada untungnya melainkan
hanya merugikan dirinya sendiri.
Media – media sosial
sekarang ini yang seharusnya menjadi hal positif malah membuat para remaja
menggunakannya untuk hal yang negative. Contohnya : Facebook,
Twitter, Istagram, BBM, dan lain sebagainya. Yang dimanfaatkan bukan
berdampak positif tetapi berdampak negative dan menyimpang dari ketentuan
nilai-nilai dan norma didalam pancasila. Contoh, Penipuan yang dilakukan oleh
sekelompok orang untuk kepentingan mereka sendiri. Dari contoh tersebut sudah
jelas bahwa hal itu menyimpang dari norma Agama, karena melakukan penipuan yang
dapat merugikan orang lain dan yang melakukannya akan berdosa.
Pancasila sebagai
dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik ketika negara Indonesia
didirikan hingga sekarang di era globalisasi. Negara Indonesia tetap berpegang
teguh kepada pancasila sebagai dasar negara. Sebagai dasar negara tentulah
pancasila harus menjadi acuan Negara dalam menghadapi tantangan global dunia
yang terus berkembang.
Di era globalisasi ini
peran pancasila tentulah sangat penting untuk tetap menjaga eksistensi
kepribadian bangsa Indonesia. Karena dengan adanya globalisasi, batasan batasan
diantara negara seakan tak terlihat, sehingga berbagai kebudayaan asing dapat
masuk dengan mudah ke dalam masyarakat.
Hal ini dapat
memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia. Jika kita dapat
memfilter dengan baik berbagai hal yang timbul dari dampak globalisasi tentunya
globalisasi itu akan menjadi hal yang positif karena dapat menambah wawasan dan
mempererat hubungan antar bangsa dan negara di dunia.Tapi jika kita tidak dapat
memfilter dengan baik maka hal-hal negatif dari dampak globalisasi dapat
merusak moral bangsa dan eksistensi kebudayaan indonesia.
Perkembangan teknologi
yang saat ini berkembang sangat pesat dalam masyarakat adalah teknologi
informasi. Hampir semua orang sependapat bahwa teknologi informasi telah,
sedang dan akan merubah kehidupan umat manusia dengan menjanjikan cara kerja
dan cara hidup yang lebih efektif, lebih bermanfaat, dan lebih kreatif.
Sebagaimana dua sisi, baik dan buruk, teknologi informasi juga memiliki hal
yang demikian. Sebagai teknologi, kedua sisi tersebut keberadaanya sangat tergantung
pada pemakainya.
Melihat kenyataan
dalam masyarakat, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan
teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik
atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut
ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut.
Landasan Teori
`
Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek yaitu, Teknologi
Informasi dan Teknologi komunikasi. Teknologi informasi mencakup segala hal
yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi. Maka Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu
kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala
kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer
atau pemindahan informasi.
Menurut Susanto
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu
yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data
atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat
digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
Peran Teknologi
Informasi
Dalam kehidupan kita
dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan
sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia
akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam
bidang-bidang salah satunya yaitu Bidang pendidikan.
Tony Bates (1995)
menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila
digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, juga mempunyai arti yang
sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Dari ramalan dan pandangan para
cendikiawan dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi,
pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam,
multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan juga kompetitif.
Kecenderungan dunia
pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
1.
Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh
(Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka
dan jarak jauh perludimasukan sebagai strategi utama.
2.
Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan
dalam sebuah jaringan,
3.
Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru,
laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak
buku.
Dengan adanya
perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini
sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media
internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan gurunya, melihat nilai
mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan
berkas tugas yang diberikan guru dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat
dilakukan. Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap
masalah adalah tidak adanya interaksi antara guru dan siswanya.
Pemanfaatan teknologi
informasi pun dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang
dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja
pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang
cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat
hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih
effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.
Globalisasi merupakan
sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Dalam banyak hal,
globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi
sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering
menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara
atau batas-batas negara. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat
yang mendunia dan tidak mengenalbatas wilayah.
Globalisasi pada
hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan
yang dimunculkan,kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang
akhirnya sampai pada suatu titikkesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama
bagi bangsa- bangsa di seluruhdunia. (Menurut Edison A. Jamli
dkk.Kewarganegaraan.2005).
Contoh Pengaruh
Globalisasi
Tanpa disadari budaya
asing yang masuk ke Indonesia telah memengaruhi perilakumasyarakat Indonesia.
Berikut ini contoh pengaruh globalisasi di lingkungan sekitar. Gaya
hidup tradisional di zaman globalisasi ini sudah
semakin berkurangdan bahkan cenderung untuk ditinggalkan oleh masyarakat sekarang ini.Masyarakatcenderung memilih menerapkan gaya hidup modern daripada gaya hidup tradisional.
Makanan-makanan pokok bangsa Indonesia sebagian besar adalah nasi.Namun, ada
juga yang berasal dari jagung maupun sagu. Makanan pokoktersebut sebelum
disajikan harus diolah terlebih dahulu, dan
prosespengolahannya membutuhkan waktu yang lama. Dengan adanya globalisasikebanyakan orang mulai cenderung beralih mengonsumsi makanan
yang cepat saji.
Negara-negara yang
sedang berkembang memerlukan begitu banyak hal untuk mendukung
perkembangan negara mereka. Negara-negara tersebut saling meningkatkan berbagai
kemampuan mereka dalam segala aspek kehidupan masyarakat seperti pada aspek
pertanian serta industri. Kemudian, selain itu mereka juga mengadakan investasi
dalam aspek kesehatan masyarakat begitu pula dalam aspek pendidikan.
Dan saat ini, segala
aspek kehidupan tersebut telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan
tersebut beriringan pula dengan perkembangan pendidikan dari yang tradisional
menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat
menuju kearah globalisasi. Penyebab utama yang paling terasa pada perubahan
tersebut adalah pada aspek Teknologi Informasi, contoh paling sederhana tentang
hal ini adalah bila pada pendidikan yang masih tradisional dulu dalam
mendapatkan sumber ilmu hanya dari buku, hal tersebut juga masih mempunyai
kendala yaitu tidak semua orang bisa mendapatkan buku yang harganya relative
masih mahal. Namun, sekarang pada tingkat yang lebih modern telah muncul yang
namanya internet yang memberikan banyak informasi tentang pendidikan dan dapat
dijangkau di semua kalangan masyarakat.
Tentu kemajuan
teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat
manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga
memberikan dampak yang begitu besar tehadap dunia pendidikan. Khususnya
masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.
Saat ini, di Indonesia
dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap
aspek-aspek pendidikan yang ada di masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun
pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan
telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota,
namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa.
Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan
mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai
mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek
pendidikan.
jika dikaitkan dengan
ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Maka akan muncul pertanyaan
apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup bangsa
Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi? Untuk menjawab
pertanyaan seperti ini, tidak serta merta dapat dijawab dengan jawaban
terpengaruh atau tidak terpengaruh. Walaupun jawaban tersebut sudah disertai
dengan alasannya.
Melihat kenyataan
dalam masyarakat, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan
teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik
atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut
ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut.
Pesatnya perkembangan
teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar,
seperti informasi mengenai gaya hidup bangsa barat yang notabene gaya hidup
bangsa barat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam
masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.
Salah satu usaha untuk
mencegah terkikisnya nilai-nilai luhur pancasila adalah dengan memupuk kembali
nilai-nilai luhur tersebut dalam diri masyarakat Indonesia, hal ini dapat
dilakukan melalui penyuluhan nilai-nilai pancasila bagi masyarakat yang tidak
sedang berada dalam dunia pendidikan. Untuk masyarakat yang sedang berada dalam
dunia pendidikan seperti pelajar dan mahasiswa, pengetahuan tentang pancasila
bisa dimasukkan dalam kurikilum pembelajaran. Kendala terbesar adalah untuk
penyuluhan kepada masyarakat umum yang sedang tidak berada dalam dunia
pendidikan, maka hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus mengenai metode
penyuluhannya.
Untuk penyuluhan
secara langsung, bertatap muka antara penyuluh dan masyarakat. Kesuksesan
penyuluhan pancasila kepada masyarakat secara umum memerlukan partisipasi aktif
masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk pernyataan maupun kegiatan. Serta
melalui program-program penyuluhan pembangunan yang efektif dan handal. Untuk
itu maka kegiatan penyuluhan perlu dan harus ditangani oleh tenaga profesional
dilandasi komitmen yang kuat dari berbagai pihak. Program pendidikan yang
mempersiapkan tenaga ahli penyuluhan, seperti perguruan tinggi, Pusdiklat dan
lembaga pendidikan kemasyarakatan lainnya perlu mempersiapkan pelaku-pelaku
penyuluhan yang mampu menyampaikan informasi dan mampu memotivasi masyarakat
untuk melakukan tindakan yang tepat, sehingga tujuan dari pelaksanaan
penyuluhan pancasila dapat tercapai.
Dilihat dari sikap,
banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung
cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut
kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh
riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan dan
menganggu ketentraman serta kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh
di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa
menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan
nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya
bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda
adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak
memiliki rasa nasionalisme?
Pengaruh Globalisasi
Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus globalisasi
begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh
globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut
telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa
Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam
kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Kehadiran globalisasi
tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.
Globalisasi mempunyai pengaruh yang positif dan juga pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh
tersebut tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Namun secara
keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi
berkurang atau bahkan hilang.
Dampak positif adanya
globalisasi adalah Adanya globalisasimenyebabkan pergeseran nilai
dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional; berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi yang membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam
beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju; serta tingkat kehidupan
yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sedangkan dampak
negatif dari adanya globalisasi diantaranya : Globalisasi mampu meyakinkan
masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran;
hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar
negeri; mayarakat lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia karena gaya
hidupnya cenderung meniru budaya barat; sikap individualistik yang menimbulkan
ketidakpedulian antarperilaku sesama warga; serta kesenjangan sosial.
Adapun langkah –
langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai – nilai
nasionalisme,antara lain :
1.
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misalnya
mencintai produk dalam negri.
2.
Menanamkan dan mengamalkan nilai – nilai pancasila dengan sebaik
– baiknya.
3.
Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik –
baiknya.
4.
Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik
,ideologi,ekonomi,serta sosial budaya bangsa.
Beberapa dampak
positif dari Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan,
antara lain:
1.
Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses
untuk kepentingan pendidikan.
2.
Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya
inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3.
Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual
atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak
mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
Adapun dampak negatif
yang ditimbulkan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang
pendidikan antara lain:
1.
Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya
pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin
mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan
melakukan kecurangan.
2.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi
seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat
diakses melalui compact disk. Implikasi dan permasalahan ini adalah tes
psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi
harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
3.
Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk
melakukan tindakan kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga
mencetak generasi yang e-book berpengetahuan tinggi tetapi
mempunyai moral yang rendah.
Sikap dalam menanggapi
perkembangan taknologi informasi.
Atas perkembangan yang
sekarang ini orang berlomba-lomba mencari Uang sebanyak-banyaknya. Tindakan ini
merusak alam semesta yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam itu sendiri.
Penggunaan teknologi baru juga dilakukan bukan karena ‘ Kebutuhan ‘ tetapi
karena Gengsi takut disebut Gaptek. Banyak orang yang tidak terkendali Jiwanya menderita
setres, sakit jiwa maupun penyakit berat lainnya. Kadang-kadang karena demikian
beratnya penderitaan itu banyak mencari pengobatan melalui pengobatan
Alternatif untuk menyembuhkan Jiwanya.
Agar selamat dari
pengaruh negatif perkembangan teknologi itu, bisa dilakukan dengan ‘
Pengendalian Jiwa ‘ . Pengendalian ini terutama dalam pengendalian ‘ Keinginan
‘ yang tidak beralasan dengan memiliki ‘ Kebijaksanaan ‘. Kebijaksanaan itu
timbul kalau kita mengembangkan ‘ Pikiran Bawah Sadar ‘ dengan memberhentikan
aktivitas ‘ Pikiran Sadar ‘ kita. Hal ini bisa dilatih disamping dapat
menyeimbangkan antara ‘ Jiwa dan Pikiran’. Setelah memiliki Kebijaksanaan itu
maka segala sesuatu kejadian dunia ini tidak dapat mengusik Jiwa kita sehingga
terjadilah ‘ Kedamaian ‘. Dengan Kedamaian Hati, hidup ini menjadi tenang, aman
dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh hiruk-pikuknya Materi itu.
Biarkanlah setiap kejadian seperti apa adanya, jangan dievaluasi,
diangan-angankan, dimasukan kedalam ‘ Pikiran Sadar ‘ kita, hanya sebagai
penyaksi saja.
Cara masyarakat untuk
mempertahankan nilai-nilai pancasila.
Salah satu usaha untuk
mencegah terkikisnya nilai-nilai luhur pancasila adalah dengan memupuk kembali
nilai-nilai luhur tersebut dalam diri masyarakat Indonesia, hal ini dapat
dilakukan melalui penyuluhan nilai-nilai pancasila bagi masyarakat yang tidak
sedang berada dalam dunia pendidikan. Untuk masyarakat yang sedang berada dalam
dunia pendidikan seperti pelajar dan mahasiswa, pengetahuan tentang pancasila
bisa dimasukkan dalam kurikilum pembelajaran. Kendala terbesar adalah untuk
penyuluhan kepada masyarakat umum yang sedang tidak berada dalam dunia
pendidikan, maka hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus mengenai metode
penyuluhannya.
Menanamkan mental
agama yang lebih untuk anak-anak, agar tidak terjebak dalam hal-hal yang
negative terkait dunia Ilmu Teknologi. Bekal agama pun tak kalah penting agar
para siswa dapat mengetahui batasan batasan dan norma norma dalam mengambil
informasi dari kemajuan Ilmu Teknologi
Memberikan pengarahan
tentang pemanfaatan dan pengoptimalan ilmu teknologi sebagai media untuk
membantu guru maupun siswa dalam proses belajar dan mengajar di sekolah
CARA MENGEMBANGKAN
NILAI-NILAI PANCASILA PADA LINGKUNGAN KELUARGA.
Nilai – nilai yang
terkandung dalam pancasila merupakan suatu cerminan dari kehidupan masyarakat
Indonesia (nenek moyang kita) dan secara tetap telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi
penerus bangsa harus mampu menjaga nilai – nilai tersebut. Untuk dapat hal
tersebut maka perlu adanya berbagai upaya yang didukung oleh seluruh masyarakat
Indonesia.
Upayanya antara lain :
1. Melalui dunia pendidikan, dengan menambahkan mata pelajaran khusus pancasila
pada setiap satuan pendidikan bahkan sampai ke perguruan tinggi.
2. Lebih memasyarakatkan pancasila.
3. Menerapkan nilai – nilai tersebut dalam kehidupan sehari – hari.
Kesimpulan.
Teknologi Informasi
merupakan sebuah cara untuk mengolah data (memproses , mendapatkan, menyusun,
memanipulasi, mempublikasikan data) untuk menghasilkan informasi-informasi yang
berkualitas. Dengan teknologi informasi kita dapat memperoleh dan mengetahui
tentang informasi-informasi dari berbagai belahan dunia tanpa harus mengunjunginya
serta kita dapat mengetahui informasi lebih cepat dan lebih luas jangkauannya.
Perkembangan teknologi
informasi sudah mewabah di berbagai kalangan masyarakat dan berbagai aspek
kehidupan. Perkembangan teknologi informasi yang sudah menjadi tren
memberikan dampak yang signifikan terhadap budaya bangsa. Dampak tersebut
dapat berupa dampak positif dan negative sehingga harus pandai-pandai dalam
memanfaatkannya. Salah satu sebagai contohnya yaitu dengan perkembangan
teknologi informasi, sekarang muncul yang namanya internet, dengan internet
kita dapat mengakses informasi-informasi yang kita inginkan.
Saran.
Setiap manusia harus
dapat menjaga dan merawat memberdayakan sarana teknologi informasi, serta dapat
memanfaatkannya dengan sebaik baiknya agar bermanfaat untuk setiap orang. Tidak
untuk perbuatan yang menyimpang dan menjadikan perkembangan teknologi
informasi sebagai titik balik untuk memajukan pendidikan bangsa yang sudah
tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karena sesuatu apapun yang kita
lakukan sekarang pasti akan berdampak pada masa yang akan datang, begitu juga
sarana teknologi informasi dan globalisasi ini. Remaja bentengilah diri anda
dengan sekuat mungkin karena kedepan andalah para pemuda bangsa ini
Daftar Pustaka
Buku
Priyo, bambang
sukanto.2008.Panduan Belajar. Yogyakarta: Primagama
Rucaro,Rahmat dan
arifsusanto.2005. kewarganegaraan untuk SMP. Jakarta: Erlangga
Sundawa,
Dadang.2008.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VIII. Pusat Perbukuan
Departemen PendidikanNasional
Winardo. 2007.
Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi.Surakarta: Bumi
Aksara
Rahman, Bustami &
Hary Yuswadi.2005. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Jember:
Kopyawisda Jatim
Internet
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/ideologi
informasi.html
liberalisme-melalui-internet/
perkembangan-teknologi-informasi-sebagai-umpan-balik-dalam
penyuluhan-pancasila/
dikerjakan oleh:
- dwi listya putri
- kholidatus sofia
- m. zakaria anshori
- septya mahayu vitranda
- reza marinda wulandari